Rabu, 18 April 2018

Paradigma Psikologis Trait

A.  Pengertian Paradigma

Denzin & Lincoln (1994:105) mendefinisikan paradigma sebagai: “Basic belief system or worldview that guides the investigator, not only in choices of method but in ontologically and epistomologically fundamental ways.” Pengertian tersebut mengandung makna paradigma adalah sistem keyakinan dasar atau cara memandang dunia yang membimbing peneliti tidak hanya dalam memilih metoda tetapi juga cara-cara fundamental yang bersifat ontologis dan epistomologis. Secara singkat, Denzin & Lincoln (1994:107) mendefinisikan “Paradigm as Basic Belief Systems Based on Ontological, Epistomological, and Methodological Assumptions.”Paradigma merupakan sistem keyakinan dasar berdasarkan asumsi ontologis, epistomologis, dan metodologi. Denzin & Lincoln (1994:107) menyatakan: “A paradigm may be viewed as a set of basic beliefs (or metaphysics) that deals with ultimates or first principle.” Suatu paradigma dapat dipandang sebagai seperangkat kepercayaan dasar (atau yang berada di balik fisik yaitu metafisik) yang bersifat pokok atau prinsip utama. Sedangkan Guba (1990:18) menyatakan suatu paradigma dapat dicirikan oleh respon terhadap tiga pertanyaan mendasar yaitu pertanyaan ontologi, epistomologi, dan metodologi.


B.Pengertian Psikologi

Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan sebagal ilmu jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dimungkiri keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis.
Pengertian Psikologi Menurut Beberapa Ahli
Ada banyak ahli yang mengemukakan pendapat tentang pengertian psikologi, diantaranya:

a.     Pengertian Psikologi menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.

b.    Pengertian Psikologi menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.

c.     Pengertian Psikologi menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan.

Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.

Dari beberapa definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.

C.Pengertian Kepribadian

Apa itu kepribadian ?
Kepribadian adalah kata sederhana , tetapi mempunyai banyak arti. Beberapa orang banyak sekali perbedaan dalam mendefinisikan kata ini. Para ahli pun dalam mendifinisakan kata kepribadian sangat berbeda-beda.Seperti,Freud menekankan dinamika aspkek id, ego, dan super ego dalam kepribadian diri individu.Seorang ahli kedokteran atau psikologi dari Yunani,Hipocrates lebih melihat kepribadian sebagai cairan biokimia dalam tubuh ytang memiliki pengaruh terhadap diri individu,yang kemudian dinamakan dengan istilah temperamen,yan g terdiri dari 4 macam yaitu sanguinis,melankolis,plegmatis dan kholerik (Suryabrata,1988).Sementara itu,Alfort mendefinisikan kepribadian sebagai organisme psikofisiologis yang dapat dipergunakan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, fisik dan lingkungan sosial.Organisme psikis meliputi bakat,minat, sikap, kecerdasan, emosi, kemampuan berpikir, berimajinasi dan memori.Sedangkan organisme fisik berhubungan dengan aspek fisik, seperti tinggi badan, berat badan, dan kurus gemuk (Hall dan Lindzay,1978;Morgan, et al.,1986).
Para peneliti dan ahli di bidang gerontologi Paul T. Costa dan Robert R.McCrae, kepribadian merupakan hubungan antarfaktor yang terdiri dari berbagai sifat yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya , y6ang kemudian akan mempengaruhi pola perilaku individu yang bersangkutan dalam menghadapi masalah-masalah dalam lingkungan hidupnya.

D.Pengertian Trait

Trait (sifat) didefinisikan sebagai struktur  neuropsikis yang memiliki kapasitas untuk menjadikan banyak stimulus ekuivalen secara fungsional dan memulai serta membimbing bentuk-bentuk tingkah laku adaptif dan ekspresif yang ekuivalen.

E.Makna Paradigma Psikologi Kepribadian

Dalam teori-teori kepribadian, kepribadian terdiri dari antara lain trait dan tipe (type). Trait sendiri dijelaskan sebagai konstruk teoritis yang menggambarkan unit/dimensi dasar dari kepribadian. Trait menggambarkan konsistensi respon individu dalam situasi yang berbeda-beda. Sedangkan tipe adalah pengelompokan bermacam-macam trait. Dibandingkan dengan konsep trait, tipe memiliki tingkat regularity dan generality yang lebih besar daripada trait.

Trait merupakan disposisi untuk berperilaku dalam cara tertentu, seperti yang tercermin dalam perilaku seseorang pada berbagai situasi. Teori trait merupakan teori kepribadian yang didasari oleh beberapa asumsi, yaitu:

1.    Trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan, atau tindakan yang membedakan seseorang dari yang lain, sehingga:
2.    Trait relatif stabil dari waktu ke waktu
3.    Trait konsisten dari situasi ke situasi

Contohnya :

Mahasiswa A tergolong mahasiswa tidak mampu dan sekarang dia bisa berkuliah di salah satu perguruan tinggi yang ada di Indonesia yaitu Universitas Padjadjaran.Di lingkungan kampusnya ia bersahabat dengan berbagai sifat yang berbeda tetapi ada hal yang paling mendasar dari sahabat-sahabatnya itu mereka dari golongan orang berada. Dengan situasi tersebut sahabat-sahabatnya mempunyai sifat sombong dan konsumtif(boros).

Pada suatu saat ada tugas yang harus diselesaikan dalam beberapa bulan terakhir sebelum UAS, sahabat-sahabatnya mengajak untuk liburan untuk menghilangkan kepenatan seperti nonton atau sekedar main ke mall. Tetapi,dia menolak mdan memilih fokus terhadap tugas dan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa, dan dia juga tidak terbiasa dengan sikap menunda-nunda pekerjaan,dia tetap konsisten dengan sifatnya meskipun kondisi dan lingkungan mempengaruhi dia untuk berubah seperti temannya yang lain.

Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena:

1.    ada proses adaptif
2.    adanya perbedaan kekuatan, dan
3.    kombinasi dari trait yang ada

Contohnya :

Ada seorang murid yang mengikuti salah satu pendaftaran masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia, padahal murid itu adalah orang biasa tidak pintar, tidak rajin dan juga kaya. Tetapi, dia dinyatakan lulus di salah satu jurusan di perguruan tinggi negeri tersebut.

Setelah masuk dan menjalani pembelajaran, dia melihat adanya persaingan antar mahasiswa dan semua mahasiswa itu ada dalam kategori pintar, awalnya dia merasa biasa saja dan ingin tetap konsen pada sikapnya seperti tidak memeperhatikan dosen saat belajar, jarang menegerjakan tugas dan sifat buruknya di SMA. Tetapi setelah melihat persaingan ketat di jurusannya itu, dia merubah sifat yang dulunya malas menjadi rajin dan lebih giat lagi dia untuk menjadi mahasiswa yang sama dengan mahasiswa lainnya dan dia mampu beradaptasi dengan smahasiswa lainnya juga lingkungan kampusnya.

Tingkat trait kepribadian dasar berubah dari masa remaja akhir hingga masa dewasa. McCrae dan Costa yakin bahwa selama periode dari usia 18 sampai 30 tahun, orang sedang berada dalam proses mengadopsi konfigurasi trait yang stabil, konfigurasi yang tetap stabil setelah usia 30 tahun (Feist, 2006).

Teori trait dimunculkan pertama kalinya oleh Gordon W. Allport. Selain Allport, terdapat dua orang ahli lain yang mengembangkan teori ini. Mereka adalah Raymond B. Cattell dan Hans J. Eysenck.

Allport mengenalkan istilah central trait, yaitu kumpulan kata-kata yang biasanya digunakan oleh orang untuk mendeskripsikan individu. Central trait dipercaya sebagai jendela menuju kepribadian seseorang. Menurut Allport, unit dasar dari kepribadian adalah trait yang keberadaannya bersumber pada sistem saraf. Allport percaya bahwa trait menyatukan dan mengintegrasikan perilaku seseorang dengan mengakibatkan seseorang melakukan pendekatan yang serupa (baik tujuan ataupun rencananya) terhadap situasi-situasi yang berbeda. Walaupun demikian, dua orang yang memiliki trait yang sama tidak selalu menampilkan tindakan yang sama. Mereka dapat mengekspresikan trait mereka dengan cara yang berbeda. Perbedaan inilah yang membuat masing-masing individu menjadi pribadi yang unik. Oleh sebab itu Allport percaya bahwa individu hanya dapat dipahami secara parsial jika menggunakan tes-tes yang menggunakan norma kelompok.

Sama seperti Allport, Cattell juga percaya bahwa kata-kata yang digunakan seseorang untuk menggambarkan dirinya dan orang lain adalah petunjuk penting kepada struktur kepribadian. Perbedaan mendasar antara Allport dan Cattell adalah bahwa Cattell percaya kepribadian dapat digeneralisir. Yang harus dilakukan adalah dengan mencari trait dasar atau utama dari ribuan trait yang ada.

Menurut Allport, faktor genetik dan lingkungan sama-sama berpengaruh dalam menentukan perilaku manusia. Bukan hanya faktor keturunan sendiri atau faktor lingkungan sendiri yang menentukan bagaimana kepribadian terbentuk, melainkan melalui pengaruh resiprokal faktor keturunan dan lingkungan yang memunculkan karakteristik kepribadian.

Sehubungan dengan adanya peran genetik dalam pembentukan kepribadian, terdapat 4 pemahaman penting yang perlu diperhatikan:
Meskipun faktor genetik mempunyai peran penting terhadap perkembangan kepribadian, faktor non-genetik tetap mempunyai peranan bagi variasi kepribadian

1.    Meskipun faktor genetik merupakan hal yang penting dalam mempengaruhi lingkungan, faktor non-genetik adalah faktor yang paling bertanggungjawab akan perbedaan lingkungan pada orang-orang
2.    Pengalaman-pengalaman dalam keluarga adalah hal yang penting meskipun lingkungan keluarga berbeda bagi setiap anak sehubungan dengan jenis kelamin anak, urutan kelahiran, atau kejadian unik dalam kehidupan keluarga pada tiap anak.
3.    Meski terdapat kontribusi genetik yang kuat terhadap trait kepribadian, tidak berarti bahwa trait itu tetap atau tidak dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

Dalam paradigma psikologi kepribadian Trait, terdapat beberapa teori yang dikemukakan tokoh-tokoh besar diantaranya adalah :

1.    Teori Psikologi Konstitusi oleh William H. Sheldon
2.    Teori Personologi oleh Henry A. Murray
3.    Teori Holisme dan Humanisme oleh Abraham Maslow
4.    Teori Faktorial Analitik oleh R. Cattel
5.    Teori Tipologi Biologis oleh Eysenck
6.    Teori Keunikan Individu oleh Gordon Allport

Tokoh-tokoh diatas lebih banyak membahas tentang dugaan mengenai tingkah laku dan meramalkan keberhasilan ataupun kegagalan. Banyak pula berguna pada berbagai bidang seseorang dalam bidang tertentu, dan menempatkan orang yang tepat pada tempat yang tepat.
Lima faktor trait yang muncul jika berbagai instrument penilaian dianalisis factor. Pasangan kata sifat adalah contoh skala trait yang menandai setiap faktor.

Faktor Trait contoh skala trait
1.Neurotikisme
§  Tenang-pengkhawatir
§  Tegar-peka
§  Percaya diri-tidak percaya diri

2.Ekstraversi
§  Pendiam-mudah bergaul
§  Tenang-banyak bicara
§  Terinhibisi-spontan

3.Keterbukaan
§  Konvensional-original
§  Tidak senang berpetualang-pemberani
§  Konservatif-liberal

4.Keramahtamahan
§  Mudah marah-tenang
§  Kejam-lembut hati
§  Egois-tidak egois

5.Kehati-hatian
§  Ceroboh-teliti
§  Tidak dapat dipercaya-dapat dipercaya
§  Teledor-hati-hati

F. CONTOH GANGGUAN KEPRIBADIAN TRAIT

Suatu sifat akan menyebabkan gangguan kepribadian bila menggangu fungsi pribadi atau menyebabkan individu menderita atau mengalami banyak kesulitan. Berikut gangguan sifat kepribadian, diantaranya:

1.Gangguan Kepribadian Pasif-Agresif

Tipe gangguan ini dikelompokkan menjadi: tipe pasif-dependen, pasif-agresif, dan agresif. Ketiga tipe tersebut kadang-kadang terlihat pada orang yang sama.

a.Pasif-Dependen
Ciri khasnya adalah tidak berdaya, tidak tegas,dan bergantung pada orang lain. Apabila mereka dituntut untuk memikul tanggung jawab,mereka segera cemas dan panik. Dalam banyak situasi mereka mumbutuhkan dukungan emosional yang kuat.

b.Pasif-Agresif
Memiliki sifat sama dengan pasif-dependen, hanya mereka mimilika rasa permusuhan yang diungkapkan dengan cara mencibir, keras kepala, membuang-buang waktu atau berlengah-lengah. Mereka sering menghalangi kegiatan orang lain yang berhubungan dengan diri mereka dengan taktik untuk menghalangi secara halus.

c.Agresif
Karena emosinya tidak stabil maka orang-orang ini pun memperlihatkan ledakan kejengkelan, kemarahan dan bertingkah laku merusak sebagai respons terhadap frustasi yang kecil sekali pun. Bentuk-bentuk agresi mereka secara terbuka ialah menyebarkan desas-desus dan dengki.

2.Gangguan Kepribadian Obsesif-Kompulsif

Orang-orang ini memiliki kebutuhan yang tinggi akan kesempurnaan, kehidupan mereka dikuasai oleh sifat yang teratur dan disiapkan dengan baik. Misalnya seorang mahasiswa yang menulis sebuah makalah mungkin menggunakan waktu tanpa batas untuk mengumpulkan bahan, menyusun bahan-bahan tersebut dalam suatu tumpukan yang rapi dan selalu cemas akan masalah kecil yang menyangkut catatan kaki, tetapi tidak pernah merumuskan dengan jelas tujuan dari makalah itu atau tidak berusaha untuk menulisnya. Mahasiswa tersebut menghabiskan waktunya untuk mempersiapkan bahan makalah tapi tidak pernah memulainya. Orang yang tergolong dalam tipe ini sangat teliti, kaku, dan terlalu sistematis.

3. Gangguan Kepribadian yang Menghindar


Individu dengan tipe ini sangat peka terhadap penolakan orang lain. Individu ini menghindari hubungan dengan orang lain kecuali kalau ada jaminan bahwa mereka diterima tanpa dicela. Karena individu yang mengalami gangguan kepribadian ini tidak dapat memuaskan kebutuhan mereka akan keakraban dan Selalu merasakan seolah-olah mereka ditolak, maka mereka menderita kecemasan dan depresi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar