A. Pengertian Paradigma
Denzin & Lincoln (1994:105)
mendefinisikan paradigma sebagai: “Basic belief system or
worldview that guides the investigator, not only in choices of method but in
ontologically and epistomologically fundamental ways.” Pengertian
tersebut mengandung makna paradigma adalah sistem keyakinan dasar atau
cara memandang dunia yang membimbing peneliti tidak hanya dalam memilih metoda
tetapi juga cara-cara fundamental yang bersifat ontologis dan epistomologis.
Secara singkat, Denzin & Lincoln (1994:107) mendefinisikan “Paradigm as Basic Belief Systems Based on Ontological,
Epistomological, and Methodological Assumptions.”Paradigma
merupakan sistem keyakinan dasar berdasarkan
asumsi ontologis, epistomologis, dan metodologi. Denzin & Lincoln
(1994:107) menyatakan: “A paradigm may be viewed as a
set of basic beliefs (or metaphysics) that deals with ultimates or first
principle.” Suatu paradigma dapat dipandang sebagai seperangkat
kepercayaan dasar (atau yang berada di balik fisik yaitu metafisik) yang
bersifat pokok atau prinsip utama. Sedangkan Guba (1990:18) menyatakan suatu
paradigma dapat dicirikan oleh respon terhadap tiga pertanyaan mendasar yaitu
pertanyaan ontologi, epistomologi, dan metodologi.
B.Pengertian Psikologi
Psikologi berasal dari kata dalam bahasa
Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche
berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan sebagal
ilmu jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu
merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak
dapat dimungkiri keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah
jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis.
Pengertian Psikologi Menurut Beberapa
Ahli
Ada banyak ahli yang mengemukakan
pendapat tentang pengertian psikologi, diantaranya:
a. Pengertian Psikologi
menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu
yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat
secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
b. Pengertian Psikologi
menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya
dengan lingkungannya.
c. Pengertian Psikologi
menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu
maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan.
Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku
yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan
dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir,
berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
Dari beberapa definisi tersebut diatas
dapat disimpulkan bahwa pengertian psikologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam
hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku
yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak
disadari.
C.Pengertian Kepribadian
Apa itu kepribadian ?
Kepribadian adalah kata sederhana ,
tetapi mempunyai banyak arti. Beberapa orang banyak sekali perbedaan dalam
mendefinisikan kata ini. Para ahli pun dalam mendifinisakan kata kepribadian
sangat berbeda-beda.Seperti,Freud menekankan dinamika aspkek id, ego, dan super
ego dalam kepribadian diri individu.Seorang ahli kedokteran atau psikologi dari
Yunani,Hipocrates lebih melihat kepribadian sebagai cairan biokimia dalam tubuh
ytang memiliki pengaruh terhadap diri individu,yang kemudian dinamakan dengan
istilah temperamen,yan g terdiri dari 4 macam yaitu
sanguinis,melankolis,plegmatis dan kholerik (Suryabrata,1988).Sementara itu,Alfort
mendefinisikan kepribadian sebagai organisme psikofisiologis yang dapat
dipergunakan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, fisik dan lingkungan
sosial.Organisme psikis meliputi bakat,minat, sikap, kecerdasan, emosi,
kemampuan berpikir, berimajinasi dan memori.Sedangkan organisme fisik
berhubungan dengan aspek fisik, seperti tinggi badan, berat badan, dan kurus
gemuk (Hall dan Lindzay,1978;Morgan, et al.,1986).
Para peneliti dan ahli di bidang
gerontologi Paul T. Costa dan Robert R.McCrae, kepribadian merupakan hubungan
antarfaktor yang terdiri dari berbagai sifat yang saling berkaitan antara satu
dengan yang lainnya , y6ang kemudian akan mempengaruhi pola perilaku individu
yang bersangkutan dalam menghadapi masalah-masalah dalam lingkungan hidupnya.
D.Pengertian Trait
Trait (sifat) didefinisikan sebagai
struktur neuropsikis yang memiliki kapasitas untuk menjadikan banyak
stimulus ekuivalen secara fungsional dan memulai serta membimbing bentuk-bentuk
tingkah laku adaptif dan ekspresif yang ekuivalen.
E.Makna Paradigma Psikologi Kepribadian
Dalam teori-teori kepribadian,
kepribadian terdiri dari antara lain trait dan tipe (type).
Trait sendiri dijelaskan sebagai konstruk teoritis yang menggambarkan
unit/dimensi dasar dari kepribadian. Trait menggambarkan konsistensi respon
individu dalam situasi yang berbeda-beda. Sedangkan tipe adalah pengelompokan
bermacam-macam trait. Dibandingkan dengan konsep trait, tipe memiliki tingkat
regularity dan generality yang lebih besar daripada trait.
Trait merupakan disposisi untuk
berperilaku dalam cara tertentu, seperti yang tercermin dalam perilaku
seseorang pada berbagai situasi. Teori trait merupakan teori kepribadian yang
didasari oleh beberapa asumsi, yaitu:
1. Trait merupakan pola
konsisten dari pikiran, perasaan, atau tindakan yang membedakan seseorang dari
yang lain, sehingga:
2. Trait relatif stabil
dari waktu ke waktu
3. Trait konsisten dari
situasi ke situasi
Contohnya :
Mahasiswa A tergolong mahasiswa tidak
mampu dan sekarang dia bisa berkuliah di salah satu perguruan tinggi yang ada
di Indonesia yaitu Universitas Padjadjaran.Di lingkungan
kampusnya ia bersahabat dengan berbagai sifat yang berbeda tetapi ada hal yang
paling mendasar dari sahabat-sahabatnya itu mereka dari golongan orang berada.
Dengan situasi tersebut sahabat-sahabatnya mempunyai sifat sombong dan
konsumtif(boros).
Pada suatu saat ada tugas yang harus
diselesaikan dalam beberapa bulan terakhir sebelum UAS, sahabat-sahabatnya
mengajak untuk liburan untuk menghilangkan kepenatan seperti nonton atau
sekedar main ke mall. Tetapi,dia menolak mdan memilih fokus terhadap tugas dan
tanggung jawabnya sebagai mahasiswa, dan dia juga tidak terbiasa dengan sikap
menunda-nunda pekerjaan,dia tetap konsisten dengan sifatnya meskipun kondisi
dan lingkungan mempengaruhi dia untuk berubah seperti temannya yang lain.
Trait merupakan kecenderungan dasar yang
menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah
karena:
1.
ada proses adaptif
2.
adanya perbedaan kekuatan, dan
3.
kombinasi dari trait yang ada
Contohnya :
Ada seorang murid yang mengikuti salah
satu pendaftaran masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia, padahal murid itu
adalah orang biasa tidak pintar, tidak rajin dan juga kaya. Tetapi, dia
dinyatakan lulus di salah satu jurusan di perguruan tinggi negeri tersebut.
Setelah masuk dan menjalani
pembelajaran, dia melihat adanya persaingan antar mahasiswa dan semua mahasiswa
itu ada dalam kategori pintar, awalnya dia merasa biasa saja dan ingin tetap
konsen pada sikapnya seperti tidak memeperhatikan dosen saat belajar, jarang
menegerjakan tugas dan sifat buruknya di SMA. Tetapi setelah melihat persaingan
ketat di jurusannya itu, dia merubah sifat yang dulunya malas menjadi rajin dan
lebih giat lagi dia untuk menjadi mahasiswa yang sama dengan mahasiswa lainnya
dan dia mampu beradaptasi dengan smahasiswa lainnya juga lingkungan kampusnya.
Tingkat trait kepribadian dasar berubah
dari masa remaja akhir hingga masa dewasa. McCrae dan Costa yakin bahwa selama
periode dari usia 18 sampai 30 tahun, orang sedang berada dalam proses
mengadopsi konfigurasi trait yang stabil, konfigurasi yang tetap stabil setelah
usia 30 tahun (Feist, 2006).
Teori trait dimunculkan pertama kalinya
oleh Gordon W. Allport. Selain Allport, terdapat dua orang ahli lain yang
mengembangkan teori ini. Mereka adalah Raymond B. Cattell dan Hans J. Eysenck.
Allport mengenalkan istilah central
trait, yaitu kumpulan kata-kata yang biasanya digunakan oleh orang untuk
mendeskripsikan individu. Central trait dipercaya sebagai jendela menuju
kepribadian seseorang. Menurut Allport, unit dasar dari kepribadian adalah
trait yang keberadaannya bersumber pada sistem saraf. Allport percaya bahwa
trait menyatukan dan mengintegrasikan perilaku seseorang dengan mengakibatkan
seseorang melakukan pendekatan yang serupa (baik tujuan ataupun rencananya)
terhadap situasi-situasi yang berbeda. Walaupun demikian, dua orang yang
memiliki trait yang sama tidak selalu menampilkan tindakan yang sama. Mereka
dapat mengekspresikan trait mereka dengan cara yang berbeda. Perbedaan inilah
yang membuat masing-masing individu menjadi pribadi yang unik. Oleh sebab itu
Allport percaya bahwa individu hanya dapat dipahami secara parsial jika
menggunakan tes-tes yang menggunakan norma kelompok.
Sama seperti Allport, Cattell juga
percaya bahwa kata-kata yang digunakan seseorang untuk menggambarkan dirinya
dan orang lain adalah petunjuk penting kepada struktur kepribadian. Perbedaan
mendasar antara Allport dan Cattell adalah bahwa Cattell percaya kepribadian
dapat digeneralisir. Yang harus dilakukan adalah dengan mencari trait dasar
atau utama dari ribuan trait yang ada.
Menurut Allport, faktor genetik dan
lingkungan sama-sama berpengaruh dalam menentukan perilaku manusia. Bukan hanya
faktor keturunan sendiri atau faktor lingkungan sendiri yang menentukan
bagaimana kepribadian terbentuk, melainkan melalui pengaruh resiprokal faktor
keturunan dan lingkungan yang memunculkan karakteristik kepribadian.
Sehubungan dengan adanya peran genetik
dalam pembentukan kepribadian, terdapat 4 pemahaman penting yang perlu
diperhatikan:
Meskipun faktor genetik mempunyai peran
penting terhadap perkembangan kepribadian, faktor non-genetik tetap mempunyai
peranan bagi variasi kepribadian
1.
Meskipun faktor genetik merupakan hal yang penting dalam mempengaruhi
lingkungan, faktor non-genetik adalah faktor yang paling bertanggungjawab akan
perbedaan lingkungan pada orang-orang
2.
Pengalaman-pengalaman dalam keluarga adalah hal yang penting meskipun
lingkungan keluarga berbeda bagi setiap anak sehubungan dengan jenis kelamin anak,
urutan kelahiran, atau kejadian unik dalam kehidupan keluarga pada tiap anak.
3.
Meski terdapat kontribusi genetik yang kuat terhadap trait kepribadian,
tidak berarti bahwa trait itu tetap atau tidak dapat dipengaruhi oleh
lingkungan.
Dalam paradigma psikologi kepribadian
Trait, terdapat beberapa teori yang dikemukakan tokoh-tokoh besar diantaranya
adalah :
1. Teori Psikologi
Konstitusi oleh William H. Sheldon
2. Teori Personologi oleh
Henry A. Murray
3. Teori Holisme dan
Humanisme oleh Abraham Maslow
4. Teori Faktorial
Analitik oleh R. Cattel
5. Teori Tipologi
Biologis oleh Eysenck
6. Teori Keunikan
Individu oleh Gordon Allport
Tokoh-tokoh diatas lebih banyak membahas
tentang dugaan mengenai tingkah laku dan meramalkan keberhasilan ataupun
kegagalan. Banyak pula berguna pada berbagai bidang seseorang dalam bidang
tertentu, dan menempatkan orang yang tepat pada tempat yang tepat.
Lima faktor trait yang muncul jika
berbagai instrument penilaian dianalisis factor. Pasangan kata sifat adalah
contoh skala trait yang menandai setiap faktor.
Faktor Trait contoh skala trait
1.Neurotikisme
§ Tenang-pengkhawatir
§ Tegar-peka
§ Percaya diri-tidak percaya
diri
2.Ekstraversi
§ Pendiam-mudah bergaul
§ Tenang-banyak bicara
§ Terinhibisi-spontan
3.Keterbukaan
§ Konvensional-original
§ Tidak senang
berpetualang-pemberani
§ Konservatif-liberal
4.Keramahtamahan
§
Mudah marah-tenang
§
Kejam-lembut hati
§
Egois-tidak egois
5.Kehati-hatian
§ Ceroboh-teliti
§ Tidak dapat
dipercaya-dapat dipercaya
§ Teledor-hati-hati
F. CONTOH GANGGUAN KEPRIBADIAN TRAIT
Suatu sifat akan menyebabkan gangguan
kepribadian bila menggangu fungsi pribadi atau menyebabkan individu menderita
atau mengalami banyak kesulitan. Berikut gangguan sifat kepribadian,
diantaranya:
1.Gangguan Kepribadian Pasif-Agresif
Tipe gangguan ini dikelompokkan menjadi:
tipe pasif-dependen, pasif-agresif, dan agresif. Ketiga tipe tersebut
kadang-kadang terlihat pada orang yang sama.
a.Pasif-Dependen
Ciri khasnya adalah tidak berdaya, tidak
tegas,dan bergantung pada orang lain. Apabila mereka dituntut untuk memikul
tanggung jawab,mereka segera cemas dan panik. Dalam banyak situasi mereka
mumbutuhkan dukungan emosional yang kuat.
b.Pasif-Agresif
Memiliki sifat sama dengan
pasif-dependen, hanya mereka mimilika rasa permusuhan yang diungkapkan dengan
cara mencibir, keras kepala, membuang-buang waktu atau berlengah-lengah. Mereka
sering menghalangi kegiatan orang lain yang berhubungan dengan diri mereka
dengan taktik untuk menghalangi secara halus.
c.Agresif
Karena emosinya tidak stabil maka
orang-orang ini pun memperlihatkan ledakan kejengkelan, kemarahan dan
bertingkah laku merusak sebagai respons terhadap frustasi yang kecil sekali
pun. Bentuk-bentuk agresi mereka secara terbuka ialah menyebarkan desas-desus
dan dengki.
2.Gangguan Kepribadian Obsesif-Kompulsif
Orang-orang ini memiliki kebutuhan yang
tinggi akan kesempurnaan, kehidupan mereka dikuasai oleh sifat yang teratur dan
disiapkan dengan baik. Misalnya seorang mahasiswa yang menulis sebuah makalah
mungkin menggunakan waktu tanpa batas untuk mengumpulkan bahan, menyusun
bahan-bahan tersebut dalam suatu tumpukan yang rapi dan selalu cemas akan
masalah kecil yang menyangkut catatan kaki, tetapi tidak pernah merumuskan
dengan jelas tujuan dari makalah itu atau tidak berusaha untuk menulisnya.
Mahasiswa tersebut menghabiskan waktunya untuk mempersiapkan bahan makalah tapi
tidak pernah memulainya. Orang yang tergolong dalam tipe ini sangat teliti,
kaku, dan terlalu sistematis.
3. Gangguan Kepribadian yang Menghindar
Individu dengan tipe ini sangat peka
terhadap penolakan orang lain. Individu ini menghindari hubungan dengan orang
lain kecuali kalau ada jaminan bahwa mereka diterima tanpa dicela. Karena
individu yang mengalami gangguan kepribadian ini tidak dapat memuaskan kebutuhan
mereka akan keakraban dan Selalu merasakan seolah-olah mereka ditolak, maka
mereka menderita kecemasan dan depresi.